Minggu, 27 Februari 2011

Ringkasan Materi: KTSP

PEDOMAN KTSP

1. Apa itu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dandilaksanakan oleh masing-masing atuan pendidikan.

2. Apa keterkaitan antara Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau sering disebut ”Kurikulum 2004” dengan KTSP?
KBK merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu, yang terdiri atas Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, dan Materi Pembelajaran. KTSP pada dasarnya KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK.

3. Kapan KTSP diberlakukan?
Standar isi dan standar kompetensi lulusan yang kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk KTSP dapat dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2006/2007 dan selambat- lambatnya pada tahun pelajaran 2009/2010. Sekolah yang belum melaksanakan KTSP sampai dengan batas akhir tahun pelajaran 2009/2010 harus ada alasan yang jelas dan mendapat izin dari Menteri Pendidikan Nasional.

4. Kapan KTSP disusun oleh satuan pendidikan?
KTSP disusun sebelum tahun pelajaran dimulai

5. Siapa yang menyusun KTSP?
KTSP disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah/yayasan, konselor (guru BK/BP), dan narasumber, dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dan isupervisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

6. Apa prinsip-prinsip pengembangan KTSP?
KTSP dikembangkan berdasarkan pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
•Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
•kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
•Beragam dan terpadu. Beragam artinya KTSP disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender.
•Terpadu artinya ada keterkaitan antara muatan wajib, muatan lokal, dan pengembangan diri dalam KTSP.
•Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
•Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa datang.
•Menyeluruh dan berkesinambungan. Menyeluruh artinya KTSP mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian keilmuan.
•Berkesinambungan artinya KTSP antarsemua jenjang pendidikan berjenjang dan berkelanjutan.
•Belajar sepanjang hayat.
•Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.


7. Berapa lama masa berlakunya KTSP?
KTSP berlaku selama masih sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan dating untuk memenuhi kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global.

8. Dokumen utama apa saja yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP?
Dokumen utama yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP adalah PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Permen Diknas 22 tahun 2006 tentang SI, Permen Diknas 23 tahun 2006 tentang SKL, Permen Diknas 6 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2006, Permen Diknas 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, Permen Diknas 20 tahun
2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Permen Diknas 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, Permen Diknas 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, dan panduan/pedoman yang relevan dengan pengembangan dan pelaksanaan KTSP.

B. Komponen dan Kerangka KTSP

9. Apa komponen-komponen KTSP?Komponen-komponen KTSP adalah:
a.Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan
b.Struktur dan muatan kurikulum (berisi mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajaran, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global)
c.Kalender pendidikan
d.Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).

KTSP dapat disusun dengan kerangka berikut:
Bab I. Pendahuluan (berisi rasional, landasan, dan tujuan)
Bab II. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan (berisi visi, misi, dan tujuan)
Bab III. Struktur dan Muatan Kurikulum
Bab IV. Kalender Pendidikan
Bab V. Penutup
Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).

C. Pendahuluan (Rasional, Landasan, Tujuan)
Rasional

10. Mengapa harus KTSP?
KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benarbenar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan semangat manajemen berbasis sekolah (MBS).

11. Apakah KTSP satu sekolah boleh sama dengan KTSP sekolah lain?
Idealnya KTSP sekolah satu dengan lainnya tidak sama,karena karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah satu dan lainnya berbeda-beda. Akan tetapi satuan pendidikan boleh mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang tersedia atau KTSP yang dikembangkan oleh suatu sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi peserta didik serta kondisi sumber daya pendidikan sekolah yang bersangkutan.

Landasan
12. Apa landasan pengembangan KTSP?
Landasan pengembangan KTSP adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, serta Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP.

Tujuan
13. Apa tujuan penyusunan KTSP?
KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

D. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuan satuan pendidikan harus berorientasi pada tujuan pendidikan dasar, visi, dan misi sekolah.

Tujuan Pendidikan Dasar
14. Apa tujuan pendidikan dasar?
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Visi
15. Apa yang dimaksud dengan visi sekolah?
Visi sekolah adalah gambaran sekolah yang merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan atau dicita-citakan di masa depan. Visi sekolah merupakan
rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang. Visi sekolah harus berorientasi pada tujuan pendidikan dasar dan tujuan pendidikan nasional.
Contoh visi sekolah: “Insan SMP yang cerdas dan kompetitif 2025”.

Apa ciri-ciri visi sekolah?
Visi mencerminkan profil dan cita-cita sekolah/madrasah yang:
•berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian
•sesuai dengan norma, nilai, dan harapan masyarakat
•ingin mencapai keunggulan
•mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah/madrasah
•mendorong adanya perubahan yang lebih baik
•mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah/madrasah


17. Siapa yang dilibatkan dalam perumusan visi?
Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, pustakawan, laboran/teknisi, tenaga kependidikan lainnya, dan peserta didik).

Misi
18. Apa yang dimaksud dengan misi?
Misi sekolah merupakan tindakan strategis yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi sekolah.

19. Apa ciri-ciri misi sekolah?
Misi sekolah memiliki ciri-ciri: 1) berbentuk layanan untuk memenuhi tuntutan visi, 2) berupa rumusan tindakan sebagai arahan untuk mewujudkan visi.
Contoh misi sekolah: “Melaksanakan pembelajaran efektif yang aktif, kreatif, dan menyenangkan”

20. Siapa yang dilibatkan dalam perumusan misi?
Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, pustakawan, laboran/teknisi, tenaga kependidikan lainnya, dan peserta didik).

Tujuan
21. Apa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan?
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan adalah tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Tujuan tingkat satuan pendidikan merupakan rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu.

22. Apa ciri-ciri tujuan tingkat satuan pendidikan?
Tujuan satuan pendidikan memiliki ciri-ciri: 1) sesuaidengan visi, 2) dapat diukur, 3) terjangkau.
Contoh Tujuan Sekolah: “Pada tahun pelajaran 2010/2011 sekolah mencapai rata-rata nilai UN sekurang-kurangnya 8,00”.

E. Struktur dan Muatan Kurikulum
Struktur Kurikulum
23. Apa yang dimaksud dengan struktur kurikulum?
Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap
mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur
kurikulum.

Apa dasar dan ketentuan struktur kurikulum?
Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:
a.Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran,muatan lokal, dan pengembangan diri (lihat tabel di bawah).
b.Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu.
c.Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
d.Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
e.Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Muatan Kurikulum
25. Apa isi muatan kurikulum?

Muatan kurikulum meliputi: mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, criteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan
kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.

26.Mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima. Sebutkan!
Lima kelompok mata pelajaran tersebut adalah:
a.Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b.Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dankepribadian
c.Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d.Kelompok mata pelajaran estetika
e.Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

27. Apakah maksud dari setiap kelompok mata pelajaran?
a.Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak muliadimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
b.Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
c.Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas
d.dirinya sebagai manusia
e.Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
f.Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.
g.Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Apakah sekolah boleh menambah mata pelajaran?
Boleh, sesuai dengan kekhasan daerah/satuan pendidikan dan diselenggarakan sebagai mata pelajaran muatan local

Bagaimana menentukan materi pembelajaran dalam silabus?
Materi pembelajaran ditentukan dengan cara mengidentifikasi bahan ajar yang relevan dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan:
a.potensi peserta didik
b.relevansi dengan kepentingan lokal, nasional, dan global
c. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
d. kebermanfaatan bagi peserta didik
e. struktur keilmuan
f. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
g. alokasi waktu
Selain itu juga harus diperhatikan:
a.kesahihan (validity): materi memang benar-benar teruji kebenarannya
b.tingkat kepentingan (significance): materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh Peserta didik diperlukan oleh Peserta didik
c.kebermanfaatan (utility): materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya
d.layak dipelajari (learnability): materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat
e.menarik minat (interest): materinya menarik minat Peserta didik dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.
•Kegiatan Pembelajaran

102. Apa yang dimaksud dengan kegiatan pembelajaran?
Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang melibatkan peserta didik dalam proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan,dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran harus mengembangkan kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

103. Apa prinsip-prinsip pengembangan kegiatan pembelajaran?
Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara professional Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
Urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar Peserta didik, yaitu kegiatan Peserta didik dan materi.

Indikator Pencapaian Kompetensi
104. Apa yang dimaksud dengan indikator pada silabus?
Indikator merupakan kriteria pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

105. Bagaimana merumuskan indikator pada silabus?
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

Teknik Penilaian
106. Bagaimana menentukan teknik penilaian?
Teknik penilaian ditentukan berdasarkan indicator pencapaian kompetensi dasar.

107. Teknik penilaian dan bentuk instrumen apa saja yang dapat digunakan dalam penilaian?
Teknik penilaian dan bentuk instrumen yang digunakan antara lain:
•Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
Tes Tertulis

•Pilihan ganda
•Benar-salah
•Menjodohkan
•Pilihan Singkat
•Uraian
Tes Lisan
•Daftar Pertanyaan
oTes Kinerja
Tes tulis keterampilanTes identifikasi
•Tes simulasi
•Tes uji petik kerja
Penugasan individual atau
kelompok
•Pekerjaan rumah
•Proyek
Observasi •Lembar
Observasi/Lembar
Pengamatan
Penilaian portofolio •Lembar penilaian
portofolio
Jurnal •Buku catatan jurnal
Penilaian diri •Lembar penilaian diri/
Kuesioner
Penilaian antar teman •Lembar penilaian antar
Teman
Bagaimana menentukan butir soal dalam kolom contoh
instrumen pada format silabus?
Butir soal ditentukan berdasarkan teknik dan bentuk
penilaian yang sesuai dengan tuntutan indikator pencapaian
kompetensi dasar.

Alokasi Waktu Pembelajaran
Bagaimana menentukan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar?
Menentukan alokasi waktu harus mempertimbangkan ketentuan sebagai berikut:
a. •Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.

b. •Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar dalam pembelajaran.

Sumber Belajar
110. Apa yang dimaksud dengan sumber belajar?
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronika, narasumber,

111. Bagaimana menentukan/memilih sumber belajar?
Sumber belajar dipilih berdasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi dasar. Sumber belajar dalam satu
silabus sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas pada peserta didik.


1. J. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pengertian RPP
112. Apa yang dimaksud dengan RPP?
RPP adalah penjabaran silabus yang menggambarkan
rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk
mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar
Isi. RPP digunakan sebagai pedoman guru dalam
melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium,
dan/atau lapangan.
Komponen dan Format RPP
113. Apa saja komponen minimal RPP?
RPP sekurang-kurangnya memuat:
•Tujuan Pembelajaran
•Materi pembelajaran
•Metode Pembelajaran
•Sumber Belajar
•Penilaian Hasil Belajar
114. Bagaimana format RPP yang dapat dikembangkan?
Model format RPP yang dapat dikembangan antara lain
sebagai berikut
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah :
Mata Pelajaran :
Kelas/Semester :
Alokasi Waktu :
A. Standar Kompetensi:
B. Kompetensi Dasar:
C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pertemuan 2
Dst.
D. Materi pembelajaran
E. Model/Metode Pembelajaran
F. Skenario/Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1:
1. Kegiatan pendahuluan
2. Kegiatan inti
3. Kegiatan penutup
Pertemuan 2, dst.
G. Sumber Belajar
H. Penilaian
• Buku

Tujuan Pembelajaran dalam RPP
115. Bagaimana tujuan pembelajaran dalam RPP dirumuskan?
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan SK, KD, dan
indikator yang telah ditulis dalam silabus dan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati.
Tujuan pembelajaran dapat ditulis dalam bentuk kalimat
lengkap, menggunakan rumus Audience (peserta didik),
Behaviour (perilaku dalam bentuk kata kerja operasional),
Condition, dan Degree (ABCD).
Contoh:
Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan KD:
Kompetensi dasar: Menceritakan pengalaman yang paling
mengesankan dengan menggunakan kata dan kalimat
efektif.
Tujuan pembelajaran: Peserta didik dapat menceritakan
pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan
kata yang tepat dan kalimat efektif.
Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan indikator:
Kompetensi dasar: Membuat kemasan benda kerajinan
untuk fungsi pakai/hias dengan sentuhan estetika sehingga
siap dipamerkan atau dijual.
Indikator: Membuat desain kemasan produk kerajinan.
Tujuan pembelajaran: Peserta didik dapat membuat desain
kemasan produk kerajinan dengan sentuhan estetika.

Materi pembelajaran dalam RPP
116. Bagaimana materi pembelajaran dalam RPP dikembangkan?
Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran dan dikembangkan dengan
mengacu pada materi pembelajaran dalam silabus.
Contoh:
KD: Membuat benda fungsional mengunakan bahan lunak
dengan berbagai teknik.
Materi pembelajaran dalam silabus:
Pembuatan desain
Materi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam RPP
misalnya:
Pembuatan desain benda fungsional....
Pembentukan desain benda fungsional....
Pembuatan hiasan
Penyelesaian akhir
Metode Pembelajaran dalam RPP
117. Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran dalam
RPP?
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi
dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan
pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan
dan/atau strategi yang dipilih, misalnya metode tanyajawab,
diskusi, eksperimen, dan pendekatan beberapa model
pembelajaran seperti pendekatan model CTL, dan
pembelajaran kooperatif.

Langkah-langkah Pembelajaran dalam RPP
118. Komponen apa yang terdapat pada langkah pembelajaran
dalam RPP?
Langkah pembelajaran meliputi 3 tahapan yaitu:
a. Kegiatan pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan guru membangkitkan
motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk
berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk
mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik
melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Kegiatan penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan
dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan
refleksi, umpan balik, dan tindak lan

Sumber Belajar dalam RPP
119. Bagaimana sumber belajar dalam RPP ditentukan?
Sumber belajar dalam RPP ditentukan dengan mengacu
pada sumber belajar yang terdapat dalam silabus dengan
mempertimbangkan:
•Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau bahan
yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
•Sumber belajar dapat berupa media cetak, elektronik,
nara sumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
•Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi.
•Sumber belajar dipilih yang mutakhir dan menarik.
Perencanaan Penilaian dalam RPP
120. Bagaimana menyusun perencanaan penilaian dalam RPP?
Penilaian dalam RPP mengacu pada penilaian yang terdapat
dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap. Penilaian
dalam silabus hanya dituliskan teknik dan bentuk penilaian
atau teknik penilaian, bentuk penilaian, dan contoh
instrumen/soal, dalam RPP semua instrumen/soal ditulis
lengkap (disertai kriteria penilaian) sesuai KD dan indikator
dalam RPP.
Buku

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/1
Alokasi Waktu : 4 X 40 menit (2 pertemuan)
A. Standar Kompetensi
2. Mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui
kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman
B. Kompetensi Dasar
2.1 Mampu menceritakan pengalaman yang paling mengesankan
dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat
efektif
C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan pertama:
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi pengalaman yang
mengesankan
2. Peserta didik dapat menentukan pengalaman yang paling
mengesankan dari daftar pengalaman yang diidentifikasi
3. Peserta didik dapat menyusun pokok-pokok cerita
berdasarkan pengalaman yang paling mengesankan
Pertemuan ke dua:
Peserta didik dapat menceritakan pengalaman yang paling mengesankan
dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat
efektif

Materi Pembelajaran
Penyampaian cerita
1. Daftar pengalaman peserta didik
2. Cara menyampaikan cerita
3. Bercerita

E. Metode Pembelajaran
1. Pemodelan
2. Demonstrasi

F. Skenario/Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama: 2 X 40 menit
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Peserta didik dan guru menyiapkan diri untuk kegiatan
pembelajaran yang akan dilaksanakan
b. Peserta didik menyepakati tujuan pembelajaran yang
akan dicapai.
c. Peserta didik dan guru menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran

2. Kegiatan Inti
a. Peserta didik menyaksikan tayangan VCD rekaman
cerita pengalaman yang mengesankan oleh seorang
pencerita.
b. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang isi
cerita.
c. Peserta didik mendengarkan guru menceriterakan
pengalaman pribadinya yang mengesankan.
d. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang isi cerita
guru.
e. Peserta didik mengidentifikasi pengalaman
mengesankan masing-masing.
f. Peserta didik masing-masing memilih pengalaman
yang paling mengesankan.

g. Peserta didik dalam kelompok kecil saling
menceriterakan pengalamannya lalu memilih satu
pengalaman yang paling mengesankan melalui proses
diskusi.
h. Peserta didik mengidentifikasi pokok-pokok
pengalaman yang paling mengesankan.
i. Peserta didik membuat rancangan untuk
menceriterakan pengalaman yang paling mengesankan
yang telah disepakati dengan menyusun pokok-pokok
isi cerita
j. Peserta didik berlatih menceritakan pengalaman sesuai
dengan pokok-pokok pengalaman yang disusunnya.
k. Peserta didik menceritakan pengalaman masingmasing
secara individual.
3. Kegiatan Penutup
a. Peserta didik mengungkapkan kesulitan-kesulitan
dalam berlatih bercerita
b. Peserta didik dan guru merangkum hasil pembelajaran
yang baru dilakukan
c. Masing-masing peserta didik menerima tugas
menyusun cerita pengalaman yang mengesankan
sebagai bahan cerita pada pertemuan berikutnya
Pertemuan ke dua: 2 X 40 menit
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Peserta didik dan guru bertanya jawab tentang kegiatan
berlatih bercerita pada kegiatan sebelumnya.
b. Peserta didik menjelaskan tujuan kegiatan bercerita.
c. Peserta didik berkelompok sesuai dengan kegiatan
sebelumnya.

2. Kegiatan Inti
a. Peserta didik menceritakan pengalaman secara
individu.

Beberapa Peserta didik lain dan guru menilai Peserta
didik yang tampil.
c. Secara bergantian Peserta didik menilai temannya yang
tampil dan memberikan komentar.
d. Peserta didik dan guru menentukan tiga pencerita
terbaik.
e. Tiga pencerita terbaik mendapatkan penghargaan dari
guru dan teman-teman.
3. Kegiatan Penutup
a. Peserta didik dan guru merangkum dan menyimpulkan
cara bercerita yang baik.
b. Peserta didik dan guru melakukan refleksi.
c. Peserta didik dan guru merancang pembelajaran
berikutnya berdasarkan pengalaman pembelajaran saat
itu.
G. Sumber Belajar
1. Bagan identifikasi pengalaman
2. Gambar
3. VCD
4. Narasumber
5. Buku Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
H. Penilaian
Indikator Pencapaian Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian Instrumen
1. Mampu
mengidentifikasi
pengalaman yang
mengesankan
2. Mampu menentukan
pengalaman yang paling
mengesankan dari
daftar pengalaman yang
diidentifikasi
3. Mampu menyusun
Tes
praktik/
kinerja
Uji petik
kerja 1. Identifikasila
h minimal
tiga
pengalaman
mu yang
paling
mengesankan
!
2. Tentukan
satu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar